Perilaku Konsumen Menjelang Lebaran
Jika sudah memasuki bulan ramadhan banyak masyarakat yang sibuk mencari kebutuhan untuk keperluan dibulan ramadhan. Bahkan sampai ada yang sudah mempersiapkan keperluan untuk diHari Raya Lebaran nanti padahal baru beberapa hari menjalani bulan ramadhan. Terdapat beberapa kebutuhan yang biasanya dibeli atau dicari oleh konsumen seperti kue-kue, sirup, kurma bahkan baju baru untuk lebaran nanti. Apalagi dihari lebaran biasanya semua anggota keluarga akan berkumpul bersama sehingga kebutuhan-kebutuhan tersebut sangat diperlukan. Melihat situasi seperti ini para penjual atau produsen harus berpikir secara cepat apa yang harus dilakukannya supaya masyarakatatau konsumen ingin membeli produknya, khususnya produk makanan, minuman dan pakaian tadi.
Pada hari-hari biasa produsen hanya menjual kue yang itu-itu saja, nah pada hari menjelang hari raya lebaran produsen harus menjual kue yang biasanya dibutuhkan oleh konsumen misalnya kue nastar. Walaupun bentuknya kecil tetapi kue nastar memiliki rasa yang enak dan konsumen pasti suka. Untuk melakukan penjualan terhadap produknya tersebut produsen harus berpikir secara kreatif supaya konsumen mau membeli produknya. Dari segi produk, produsen harus tahu selera konsumen seperti apa terhadap kue nastar tersebut misalnya konsumen lebih banyak menyukai kue nastar yang teksturnya lembut sehingga memakannya lebih nikmat dan sebagainya. Dari segi harga, pada waktu menjelang lebaran biasanya produsen memberikan harga yang berbeda atau sedikit lebih tinggi dari harga biasanya. Itu dikarenakan produk tersebut hanya dijual pada hari-hari tertentu. Kemudian dari segi tempat, untuk menjual produknya produsen bisa menjualnya ditempat pembuatannya langsung, dipasar atau diagen-agen makanan lainnya. Untuk melakukan promosi, produsen biasa memulainya dari memasang iklan, spanduk didepan took atau dari mulut kemulut konsumen jadi secara tidak langsung konsumen juga membantu produsen dalam mempromosikan produknya. Konsumen yang belum tahu dimana tempat yang menjual kue-kue yang enak pun bisa juga mendapatkan informasinya dari teman, keluarga dan orang sekitar lainnya. Membeli kue-kue seperti nastar untuk mengisi hari lebaran sepertinya sudah menjadi kebiasaan dikalangan masyarakat.
Dalam mengambil keputusan pembelian terhadap produk yang ditawarkan oleh produsen, konsumen juga dipengaruhi oleh factor individual. Pertama kepribadian, jika dari dalam diri konsumen menyukai suatu produk maka konsumen pasti akan membeli produk tersebut walaupun harganya mahal. Selain itu motivasi, konsumen pasti ingin menyajikan makanan, minuman yang enak untuk para tamu dan keluarga yang datang berkunjung dihari lebaran sehingga bisa membuat mereka senang. Para konsumen juga memperhatikan keunggulan dari produk yang akan dibelinya sehingga konsumen mempunyai persepsinya sendiri. Jika harganya mahal tapi rasanya tidak enak maka konsumen tidak akan membelinya dan sebalikanya.
Di hari menjelang lebaran bukan hanya konsumen yang direpotkan oleh kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan pada hari itu, para produsen pun dibuat repot dalam menyediakan produk yang dibutuhkan oleh para konsumen. Terakhir, konsumenpun harus mengambil keputusan yang tepat dalam melakukan opembelian agar nantinya tidak kecewa.
Welcome To My Blog
salah satu tempat dimana kita bisa membagi apa yang kita ketahui dan tempat dimana kita bisa mengetahui sesuatu...
Jumat, 20 November 2009
Metode Riset
Kuesioner Penelitian Pada Alfamart
Nama :
Jenis Kelamin :
[ ] Laki-laki [ ] Perempuan
Cara Pengisian :
1. jawab pertanyaa dibawah ini dengan memberikan tanda (√) pada pertanyaan yang telah tersedia
2. keterangan :
SP : Sangat Puas
P : Puas
CP : Cukup Puas
KP : Kurang Puas
TP : Tidak Puas
No. Pertanyaan Penilaian
SP P CP KP TP
1 Reliability
a. Kemampuan karyawan dalam memberikan informasi bagi pembeli
b. pelayanan yang ramah
2. Responsiveness
a. kecepatan karyawan dalam melayani pembeli
b. kecepatan kasir dalam melakukan transaksi
3 Confidence
a. kesopanan karyawan dalam menjawab pertanyaan pembeli
b. kecakapan karyawan dalam melayani pembeli
4. Emphaty
a. kepedulian karyawan terhadap pembeli
b. memberikan perhatian secara individu kepada pembeli
5. Tangible
a. keragaman produk yang dijual di Alfamart
b. harga-harga produk yang ditawarkan Alfamart
c. ruangan toko yang bersih dan nyaman
d. fasilitias tempat parkir yang tersedia
Nama :
Jenis Kelamin :
[ ] Laki-laki [ ] Perempuan
Cara Pengisian :
1. jawab pertanyaa dibawah ini dengan memberikan tanda (√) pada pertanyaan yang telah tersedia
2. keterangan :
SP : Sangat Puas
P : Puas
CP : Cukup Puas
KP : Kurang Puas
TP : Tidak Puas
No. Pertanyaan Penilaian
SP P CP KP TP
1 Reliability
a. Kemampuan karyawan dalam memberikan informasi bagi pembeli
b. pelayanan yang ramah
2. Responsiveness
a. kecepatan karyawan dalam melayani pembeli
b. kecepatan kasir dalam melakukan transaksi
3 Confidence
a. kesopanan karyawan dalam menjawab pertanyaan pembeli
b. kecakapan karyawan dalam melayani pembeli
4. Emphaty
a. kepedulian karyawan terhadap pembeli
b. memberikan perhatian secara individu kepada pembeli
5. Tangible
a. keragaman produk yang dijual di Alfamart
b. harga-harga produk yang ditawarkan Alfamart
c. ruangan toko yang bersih dan nyaman
d. fasilitias tempat parkir yang tersedia
Rabu, 18 November 2009
Pandangan Tentang Fashionable
Penampilan memang sangat penting untuk diperhatikan. Tidak jarang banyak orang yang menilai orang lain melalui penampilan luarnya terlebih dahulu. Mungkin ini yang membuat beberapa atau bahkan banyak orang yang menjadi fashionistas dan berpikir kalau penampilan itu adalah nomor satu. Bagi mereka memakai pakaian dan aksesoris yang match dengan pakaian itu merupakan keharusan supaya terlihat berbeda dengan orang lain. Atau dengan kata lain tidak ingin ada orang lain yang berpenampilan atau bergaya yang sama seperti dirinya. Ada 2 pandangan tentang bagaiman untuk menjadi fashionable. Pandangan pertama yaitu untuk menjadi fashionable harus mempunyai uang yang banyak untuk membeli barang-barang yang mahal dan berkualitas bagus. Banyak orang yang berpikiran seperti itu, dengan memakai barang-barang yang mahal dirinya akan merasa bangga memakainya dan selalu berpikir dengan memakai barang-barang yang mahal akan terlihat sangat fashionable. misalnya saja ada orang yang lebih senang berbelanja di butik daripada di outlet-outlet pakaian yang biasa, karena dibutik biasanya terdapat barang-barang yang bermerk dan modelnya yang sangat mengikuti trend. bagi fashionistas yang berpikiran seperti itu tidak lagi memikirkan soal harga barang tersebut yang terpenting adalah jika sudah merasa suka dengan barang tersebut maka akan membelinya. Pandangan kedua, pandangan yang lebih sederhana yaitu untuk menjadi fashionable tidak harus memiliki banyak uang dan barang-barang yang dipakai pun tidak harus barang yang harganya mahal. Untuk pemikiran yang seperti itu konsumen hanya harus memikirkan barang apa yang murah tetapi jika memakainya bisa terlihat fashionable. Dari 2 pandangan tersebut pandangan yang kedua yang lebih baik. karena untuk apa kita memilih barang-barang yang mahal sedangakan ada barang-barang dengan harga yang lebih murah yang sama-sama bisa menjadikan kita terlihat fashionable. Lagipula orang lain tidak selalu menanyakan merk dan harga dari barang yang kita pakai. Namun, itu semua tergantung dari pemikiran masing-masing individu sebagai konsumen untuk meilih pandangan yang mana yang lebih disukainya.
Kamis, 22 Oktober 2009
Proposal Penelitian
Judul :
Espektasi Pelanggan Dan Aplikasi Bauran Pemasaran Terhadap Loyalitas Toko Modern Dengan Kepuasan Pelanggan Sebagai Intervening
(Studi kasus pada alfamart)
Masalah Penelitian
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penilaian pelanggan terhadap aplikasi bauran pemasaran eceran yang dilakukan oleh Alfamart.
Tujuan Penelitian
Tujuannya adalah untuk mengetahui penilaian pelanggan pasar terhadap aplikasi bauran pemasaran eceran yag dapat direpresentasikan oleh Alfamart.
Metodologi Penelitian
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data berasal langsung dari objek penelitian yaitu berupa kuesioner yang diberikan langsung kepada responden. Variabelnya adalah ekspektasi pelanggan, kepuasan pelanggan
Espektasi Pelanggan Dan Aplikasi Bauran Pemasaran Terhadap Loyalitas Toko Modern Dengan Kepuasan Pelanggan Sebagai Intervening
(Studi kasus pada alfamart)
Masalah Penelitian
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penilaian pelanggan terhadap aplikasi bauran pemasaran eceran yang dilakukan oleh Alfamart.
Tujuan Penelitian
Tujuannya adalah untuk mengetahui penilaian pelanggan pasar terhadap aplikasi bauran pemasaran eceran yag dapat direpresentasikan oleh Alfamart.
Metodologi Penelitian
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data berasal langsung dari objek penelitian yaitu berupa kuesioner yang diberikan langsung kepada responden. Variabelnya adalah ekspektasi pelanggan, kepuasan pelanggan
Proposal Penelitian
Judul :
Pengaruh Biaya Promosi Dan Biaya Distribusi Terhadap Penjualan Pada PT. GUDANG GARAM, Tbk.
Masalah Penelitian
Masalah dalam penelitian ini adalah apakah biaya promosi dan biaya distribusi berpengaruh terhadap penjualan yang dilakukan oleh PT. Gudang Garam, Tbk.
Tujuan Penelitian
Tujuannya adalah untuk menelaah dan menganalisis pengaruh biaya promosi dan biaya distribusi terhadap penjualan tiap tahunnya pada PT. Gudang Garam, Tbk.
Metodologi Penelitian
Objek penelitian ini adalah PT. Gudang Garam, Tbk. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari situs PT. Gudang Garam, Tbk pada periode 2000-2006
Pengaruh Biaya Promosi Dan Biaya Distribusi Terhadap Penjualan Pada PT. GUDANG GARAM, Tbk.
Masalah Penelitian
Masalah dalam penelitian ini adalah apakah biaya promosi dan biaya distribusi berpengaruh terhadap penjualan yang dilakukan oleh PT. Gudang Garam, Tbk.
Tujuan Penelitian
Tujuannya adalah untuk menelaah dan menganalisis pengaruh biaya promosi dan biaya distribusi terhadap penjualan tiap tahunnya pada PT. Gudang Garam, Tbk.
Metodologi Penelitian
Objek penelitian ini adalah PT. Gudang Garam, Tbk. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari situs PT. Gudang Garam, Tbk pada periode 2000-2006
Rabu, 21 Oktober 2009
Perilaku Konsumen
Segmentasi Pasar Berdasarkan Demografis
Segmentasi pasar merupakan falsafah yang berorientasi pada konsumen. Jadi, perusahaan yang berorientasi pada konsumen akan membagi pasarnya kedalam segmen-segmen pasar tertentu dimana masing-masing segmen bersifat homogen. Homogenitas masing-masing segmen tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan-perbedaan dalam kebiasaan membeli, cara penggunaan barang, kebutuhan pemakai, motif pembelian, tujuan pembelian dan sebagainya. Salah satu alasan bagi perusahaan dalam mengadakan segmentasi pasar adalah supaya pasar bersifat dinamis, tidak statis. Dalam menentukan segmen pasar, perusahaan juga harus mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Ada beberapa dasar yang digunakan dalam menentukan segmentasi pasar. Salah satunya yaitu segmentasi pasar berdasarkan demografi. Didalam segmentasi berdasarkan demografi, membagi pasar menjadi kelompok berdasarkan pada variabel seperti umur, jenis kelamin, status perkawinan, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, dan kebangsaan.
Faktor-faktor demografis merupakan dasar paling populer untuk membuat segmentasi pasar. Salah satu alasannya adalah kebutuhan konsumen, keinginan, dan tingkat penggunaan konsumen yang berbeda-beda. Sebagai produsen, perusahaan harus melihat faktor ini dengan cermat supaya produk yang diciptakan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Melihat segmentasi pasar berdasarkan demografi, kita melihat faktor uang pertama yaitu umur. Kebutuhan dan keinginan konsumen berubah sesuai dengan perkembangan umurnya. Konsumen akan memakai suatu produk yang sesuai dengan umurnya. Sebagai contoh perusahaan yang memproduksi produk sabun mandi Cusson. Jika dilihat dari produknya, sabun mandi Cusson hanya bisa digunakan oleh bayi atau anak-anak. Padahal produk tersebut juga bisa digunakan oleh orang dewasa. Umur bagi pengguna sabun mandi Cusson mulai dari 1 bulan bahkan sampai 20 tahunan lebih. Ini bisa dikarenakan ada orang dewasa yang mempunyai kulit sensitif sehingga hanya cocok dengan sabun yang kebanyakan dipakai oleh bayi atau anak-anak. Sabun mandi Cusson bisa digunakan oleh siapa saja baik pria maupun wanita. Sabun mandi Cusson diproduksi dengan keunggulan diantaranya sabunnya yang wangi, busanya yang lembut dan bisa membuat kulit menjadi lembut sehingga memudahkan siapa saja untuk memakainya. Faktor pendapatan pun tidak terlalu diperhitungkan oleh konsumen karena harganya yang terjangkau.
Oleh karena itu, jika perusahaan melakukan segmentasi pasar dengan tepat maka produk yang dihasilkannya pun akan diminati oleh sasaran pasarnya.
Segmentasi pasar merupakan falsafah yang berorientasi pada konsumen. Jadi, perusahaan yang berorientasi pada konsumen akan membagi pasarnya kedalam segmen-segmen pasar tertentu dimana masing-masing segmen bersifat homogen. Homogenitas masing-masing segmen tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan-perbedaan dalam kebiasaan membeli, cara penggunaan barang, kebutuhan pemakai, motif pembelian, tujuan pembelian dan sebagainya. Salah satu alasan bagi perusahaan dalam mengadakan segmentasi pasar adalah supaya pasar bersifat dinamis, tidak statis. Dalam menentukan segmen pasar, perusahaan juga harus mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Ada beberapa dasar yang digunakan dalam menentukan segmentasi pasar. Salah satunya yaitu segmentasi pasar berdasarkan demografi. Didalam segmentasi berdasarkan demografi, membagi pasar menjadi kelompok berdasarkan pada variabel seperti umur, jenis kelamin, status perkawinan, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, dan kebangsaan.
Faktor-faktor demografis merupakan dasar paling populer untuk membuat segmentasi pasar. Salah satu alasannya adalah kebutuhan konsumen, keinginan, dan tingkat penggunaan konsumen yang berbeda-beda. Sebagai produsen, perusahaan harus melihat faktor ini dengan cermat supaya produk yang diciptakan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Melihat segmentasi pasar berdasarkan demografi, kita melihat faktor uang pertama yaitu umur. Kebutuhan dan keinginan konsumen berubah sesuai dengan perkembangan umurnya. Konsumen akan memakai suatu produk yang sesuai dengan umurnya. Sebagai contoh perusahaan yang memproduksi produk sabun mandi Cusson. Jika dilihat dari produknya, sabun mandi Cusson hanya bisa digunakan oleh bayi atau anak-anak. Padahal produk tersebut juga bisa digunakan oleh orang dewasa. Umur bagi pengguna sabun mandi Cusson mulai dari 1 bulan bahkan sampai 20 tahunan lebih. Ini bisa dikarenakan ada orang dewasa yang mempunyai kulit sensitif sehingga hanya cocok dengan sabun yang kebanyakan dipakai oleh bayi atau anak-anak. Sabun mandi Cusson bisa digunakan oleh siapa saja baik pria maupun wanita. Sabun mandi Cusson diproduksi dengan keunggulan diantaranya sabunnya yang wangi, busanya yang lembut dan bisa membuat kulit menjadi lembut sehingga memudahkan siapa saja untuk memakainya. Faktor pendapatan pun tidak terlalu diperhitungkan oleh konsumen karena harganya yang terjangkau.
Oleh karena itu, jika perusahaan melakukan segmentasi pasar dengan tepat maka produk yang dihasilkannya pun akan diminati oleh sasaran pasarnya.
Jumat, 16 Oktober 2009
Analisis Jurnal
PENGARUH KUALITAS TEKNIK, KUALITAS FUNGSIONAL DAN AKTIVITAS PEMASARAN TRADISIONAL TERHADAP CITRA PERUSAHAAN PT. TELKOM KANTOR DAERAH TASIKMALAYA
Kartawan, Toto Sugiharto S, Sumarna
tsharto@gunadarma.ac.id
Pascasarjana Universitas Gunadarma
PT. Telkom Tasikmalaya
Latar belakang
Perusahaan-perusahaan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari pelanggan baru dam mempertahankan pelanggan lamanya dengan berbagai strategi. Salah satu strategi yang dapat dipergunakan yaitu dengan membangun citra perusahaan.
Masalah
Masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Citra PT.Telkom Kantor Daerah Telekomunikasi Kandatel Tasikmalaya dihadapan para pelanggannya belum sepenuhnya diketahui.
2. Pengaruh kualitas teknikal, kualitas fungsional dan aktivitas pemasaran tradisional terhadap citra PT. Telkom Kantor Daerah Telekomunikasi Tasikmalaya belum secara jelas diketahui.
Tujuan
Tujuan penelitian ini, yaitu :
1. Mengukur dan menganalisis persepsi konsumen tentang citra PT. Telkom Kandatel Tasikmalaya
2. Mengukur pengaruh dari kualitas teknikal, kualitas fungsional dan aktivitas pemasaaran tradisional terhadap citra PT. Telkom Kandatel Tasikmalaya.
Metodologi
Teknik pengambilan sample
Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Telkom yang berada di wilayah Kodya Tasikmalaya, sebanyak 22.475 pelanggan. Kerangka pengambilan contoh diambil dari buku petunjuk telepon tahun 2001/2002. Ukuran contoh ditentukan dengan menggunakan formulasi sebagai berkut (Zikmund, 1996) :
N
n =
1 + Ne^2
Dimana :
n = ukuran sample yang diperlukan
N = ukuran populasi
e^2 = Tingkat kesalahan 10%
Menggunakan rumus diatas maka sample yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 100.
Operasionalisasi variable
Dalam penelitian ini variable yang dikaji adalah kualitas teknik, kualitas fungsional, pemasaran tradisional dan citra perusahaan. Kualitas teknik berkaitan dengan fasilitas dan penampilan fisik dalam melayani konsumen. Variable ini diukur dengan dimensi (i) penampilan fisik pegawai; (ii) penampilan fisik PT. Telkom Tasikmalaya; (iii) peralatan yang digunakan perushaan; (iv) fasilitas fisik pelayanan; (v) kenyamanan dan kebersihan; (vi) ketersediaan jaringan baru dan (vii) pengetahuan teknik dari pegawai.
Kualitas fungsional adalah proses pelayanan berupa interaksi antara PT. Telkom dan pelanggan. Variable ini diukur dengan dimensi sebagai berikut : (i) keramahan petugas; (ii) kesopanan dan kesabaran petugas; (iii) profesionalisme petugas dalam berinteraksi dengan pelanggan; (iv) kecepatan petugas dalam memberikan pelayanan dan (v) kemudahan petugas untuk dihubungi bila konsumen mengalami permasalahan.
Pemasaran tradisional merupakan kegiatan berupa promosi dan penetapan tariff. Variable ini diukur dengan : (i) iklan PT. Telkom di televise, radio, surat kabar dan majalah; (ii) informasi dari mulut ke mulut; (iii) kegiatan social dan (iv) kewajaran tariff abudemen, pasang baru dan pulsa.
Analisis data
Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yang telah diuji yaitu uji validitas dan uji reabilitas, untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kualitas teknik, kualitas fungsional dan aktivitas pemasaran tradisional terhadap citra perusahaan. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi dan korelasi.
Hasil
Berdasarkan penelitian didapat hasil sebagai berikut :
1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Telkom Kantor Daerah Tasikmalaya memiliki citra dalam kategori baik di hadapan pelanggannya.
2. Dimensi-dimensi yang terdapat pada variable kualitas teknik, kualitas fungsional dan aktivitas pemasaran tradisional berkorelasi positif dengan citra perusahaan.
3. Secara serempak variable kualitas teknik, kualitas fungsional dan pemasaran tradisional berpengaruh nyata terhadap citra perusahaan. Sedangkan secara parsial hanya variable kualitas teknik dan aktivitas pemasaran tradisional yang berpengaruh nyata terhadap pembentukan citra perusahaan.
Kartawan, Toto Sugiharto S, Sumarna
tsharto@gunadarma.ac.id
Pascasarjana Universitas Gunadarma
PT. Telkom Tasikmalaya
Latar belakang
Perusahaan-perusahaan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari pelanggan baru dam mempertahankan pelanggan lamanya dengan berbagai strategi. Salah satu strategi yang dapat dipergunakan yaitu dengan membangun citra perusahaan.
Masalah
Masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Citra PT.Telkom Kantor Daerah Telekomunikasi Kandatel Tasikmalaya dihadapan para pelanggannya belum sepenuhnya diketahui.
2. Pengaruh kualitas teknikal, kualitas fungsional dan aktivitas pemasaran tradisional terhadap citra PT. Telkom Kantor Daerah Telekomunikasi Tasikmalaya belum secara jelas diketahui.
Tujuan
Tujuan penelitian ini, yaitu :
1. Mengukur dan menganalisis persepsi konsumen tentang citra PT. Telkom Kandatel Tasikmalaya
2. Mengukur pengaruh dari kualitas teknikal, kualitas fungsional dan aktivitas pemasaaran tradisional terhadap citra PT. Telkom Kandatel Tasikmalaya.
Metodologi
Teknik pengambilan sample
Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Telkom yang berada di wilayah Kodya Tasikmalaya, sebanyak 22.475 pelanggan. Kerangka pengambilan contoh diambil dari buku petunjuk telepon tahun 2001/2002. Ukuran contoh ditentukan dengan menggunakan formulasi sebagai berkut (Zikmund, 1996) :
N
n =
1 + Ne^2
Dimana :
n = ukuran sample yang diperlukan
N = ukuran populasi
e^2 = Tingkat kesalahan 10%
Menggunakan rumus diatas maka sample yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 100.
Operasionalisasi variable
Dalam penelitian ini variable yang dikaji adalah kualitas teknik, kualitas fungsional, pemasaran tradisional dan citra perusahaan. Kualitas teknik berkaitan dengan fasilitas dan penampilan fisik dalam melayani konsumen. Variable ini diukur dengan dimensi (i) penampilan fisik pegawai; (ii) penampilan fisik PT. Telkom Tasikmalaya; (iii) peralatan yang digunakan perushaan; (iv) fasilitas fisik pelayanan; (v) kenyamanan dan kebersihan; (vi) ketersediaan jaringan baru dan (vii) pengetahuan teknik dari pegawai.
Kualitas fungsional adalah proses pelayanan berupa interaksi antara PT. Telkom dan pelanggan. Variable ini diukur dengan dimensi sebagai berikut : (i) keramahan petugas; (ii) kesopanan dan kesabaran petugas; (iii) profesionalisme petugas dalam berinteraksi dengan pelanggan; (iv) kecepatan petugas dalam memberikan pelayanan dan (v) kemudahan petugas untuk dihubungi bila konsumen mengalami permasalahan.
Pemasaran tradisional merupakan kegiatan berupa promosi dan penetapan tariff. Variable ini diukur dengan : (i) iklan PT. Telkom di televise, radio, surat kabar dan majalah; (ii) informasi dari mulut ke mulut; (iii) kegiatan social dan (iv) kewajaran tariff abudemen, pasang baru dan pulsa.
Analisis data
Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yang telah diuji yaitu uji validitas dan uji reabilitas, untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kualitas teknik, kualitas fungsional dan aktivitas pemasaran tradisional terhadap citra perusahaan. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi dan korelasi.
Hasil
Berdasarkan penelitian didapat hasil sebagai berikut :
1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Telkom Kantor Daerah Tasikmalaya memiliki citra dalam kategori baik di hadapan pelanggannya.
2. Dimensi-dimensi yang terdapat pada variable kualitas teknik, kualitas fungsional dan aktivitas pemasaran tradisional berkorelasi positif dengan citra perusahaan.
3. Secara serempak variable kualitas teknik, kualitas fungsional dan pemasaran tradisional berpengaruh nyata terhadap citra perusahaan. Sedangkan secara parsial hanya variable kualitas teknik dan aktivitas pemasaran tradisional yang berpengaruh nyata terhadap pembentukan citra perusahaan.
Langganan:
Postingan (Atom)